Thursday, July 7, 2022

TANTANGAN KEDUA PULUH DELAPAN

 
JANGAN ITU SAYUR 


Coffee Break siang tadi membuatku sedikit tergelitik. Entah kenapa saat kubuka kotak kue yang muncul kue lumpur yang terlihat cantik dan menarik. Warnanya yang menggoda dengan kismis di tengah membuatku cepat - cepat ingin menyantapnya. Namun sesaat kupandangi dia. Kutaruh di atas cup kopi yang panas. Kulihat sambil tersenyum sendiri, dan bertanya dalam hati, kenapa namanya lumpur ya? Lumpur kok tidak seperti lumpur, atau juga lumpur kok tidak berlumpur? Pasti pembuat pertamanya punya alasan mengapa memberi nama kue lumpur. 

Semakin kurenungkan, semakin membuatku teringat hal - hal seperti ini yang pernah aku dengar, misalnya bika Ambon kok dari Medan, terus ada iklan ini teh susu, susu kok teh (ada kesalahpahaman di situ). Mungkin masih banyak lagi yang orang lain pernah jumpai. Bahkan dijadikan obrolan sekedarnya oleh anak - anak. Entah siapa yang memulai, yang jelas kata - kata ini menjadi obrolan yang menarik.

Tiba - tiba saya teringat beberapa tahun silam, saat ada tamu dari Jakarta yang berkunjung di rumah nenek buyutku. Mereka saudara jauh nenek buyut yang ingin mencari keluarga yang lama tidak dijumpainya. Cucu saudara nenek buyut, sebut saja Si Lanang, sama sekali tidak bisa berbahasa Jawa. Sehingga kalau berkomunikasi sering tidak nyambung dengan buyut. Demikian juga kalau mau melakukan sesuatu atau makan, dia bingung apa yang akan dia katakan. Itulah mengapa dia hanya diam saja selama di rumah buyut.

Hingga pada suatu pagi, waktu sarapan, kelucuan terjadi di tempat makan. Buyut masak bermacam - macam masakan baik sayur maupun lauk. Semua makan dengan lahapnya. Masakan buyut memang lezat khas desa. Pada saat semua makan Si Lanang hanya mengambil nasi dan lauknya saja. Kadang sesaat dia melirik sayur rebung dan blendi tewel (nangka muda). Tapi dia tidak mengambilnya, hanya dilihat sesaat terus melanjutkan makan lagi. Sampai makanpun selesai. 

Setelah makan berakhir mereka pindah di halaman belakang rumah. Mereka bincang - bincang seru sekali. Maklum sudah puluhan tahun tidak bersua. Tak lama berselang Si Lanang masuk ke dapur lagi untuk meminta secangkir kopi. Dia duduk menanti kopi di tempat makan tadi. Tiba - tiba dia bertanya padaku, "Kenapa sayur ini tidak boleh dimakan?" "Sayur apa?" Jawabku. "Rebung dan nangka muda" lanjutnya. Aku terdiam sesaat. Kulihat raut wajahnya yang penuh keheranan. Kutanya lagi dia, "Lha kata siapa ndak boleh dimakan, kan semua makan sayur itu tadi." "Nenek buyut." sahutnya. "Nenek buyut sambil menghidangkan bilang ini jangan dimakan." lanjutnya. Sontak aku terpingkal - pingkal melihatnya. "Lanang - lanang", sebutku. "Maksud nenek, jangan itu sayur, ini sayur dimakan, itu maksudnya." Kujelaskan padanya maksud nenek. Dia cengar cengir sambil garuk kepala. Dia nampak puas mendengarnya. Tak disangka Si Lanang langsung mengambil piring dan makan lagi dengan sayur rebung dan nangka muda. Sambil masih ketawa kutinggalkan dia makan.

Hal - hal semacam itu mungkin sering terjadi dalam hidup kita, namun kadang kita tidak menyadarinya. Salah arti atau ketidakpahaman bisa membuat orang lain bingung bahkan tertawa. Benar kata pepatah, lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Perbedaan memberikan pengalaman yang indah.

Ling 2022




Wednesday, July 6, 2022

MENULIS DI KALA SAKIT


 RESUME KEDUA PULUH DUA PELATIHAN BELAJAR MENULIS
 GELOMBANG 25


Pertemuan kedua puluh dua merupakan pertemuan yang luar biasa. Pertemuan yang memperkenalkan saya dengan sesosok yang hebat dengan semua ujian dalam hidupnya. Sesosok yang memberi inspirasi tentang ikhtiar dan rasa syukur. Rasa syukur yang kemudian beliau tuangkan dalam karya nyata. Di saat orang lain mungkin tidak mampu menjalani, beliau masih mampu menuangkan ide - idenya. Pengalaman hidup beliau menjadikan beliau kaya akan ide yang orang lain tidak punya. Semoga sehat selalu Bapak.

Video inspiratif pembuka pertemuan kedua puluh enam, yang dibagikan oleh moderator Ibu Helwiyah. Beliau akan mendampingi Bapak Suharto, M. Pd sebagai narasumber pelatihan kali ini dengan tema Menulis Di Kala Sakit. Siapa beliau inspirator malam ini? Simak profil Bapak Suharto.


Bapak Suharto, M. Pd yang dikenal dengan Cing Ato, salah satu alumni pelatihan menulis angkatan kedelapan. Beliau menyampaikan materi berdasarkan pengalamannya sejak sebelum sakit hingga sekarang. 

Mengapa Menulis
  1. Karena gerakan literasi di madrasah tempat beliau mengajar. Pada saat itu para siswa di tempat beliau diharuskan membawa buku ke sekolah. Sesampainya di sekolah mereka membaca buku yang dibawanya. 
  2. Kebuntuan menulis. Pengalaman di sekolah beliau para guru menulis administrasi pembelajaran asal saja sehingga membuat beliau bergabung di pelatihan menulis.
Apa yang Dilakukan untuk Menulis
  1. Membeli dan membaca buku tentang bagaimana menulis. Namun hasilnya tetap tidak bisa menulis. 
  2. Ikut pelatihan menulis. Perbagai pelatihan menulis diikuti, namun belum bisa menulis. Hingga menemukan pelatihan belajar menulis Om Jay, dan dari sini beliau paham menulis.
GBS Menyerang


Setelah buku solo pertamanya diterbitkan, beliau harus menghadapi cobaan yang luar biasa. Berikut kisah beliau melawan serangan GBS. 

Tepat tanggal 18 Juli 2018, dengan hitungan jam, Tubuh ini TUMBANG  tak berdaya seluruh syaraf yang ada mati semua. Mulai ujung kaki sampai ujung rambut. Hanya tersisah syaraf leher, hidung, telinga, mata, dan memori. Tepat malam Jumat jam 12 malam lidah saya tertarik sejak itu suara saya hilang sampai 4,5 bulan. Nafaspun tidak bisa, jika pada saat itu tidak berada di rumah sakit mungkin innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un. Akhirnya nafas dibantu oksigen dan ventilator. Leher dibolong hingga kini masih tersisah sedikit. 

4,5 bulan berada di rumah sakit. 1,5 bulan di ICU, 2, 11 bulan di HCU, dan 1 bulan di ruang inap biasa. Seluruh tubuh ini penuh dengan selang. Teman, saudara, tetangga, jamaah, dan murid-murid tak kuat melihat gurunya yang hanya tulang berbalut kulit. Dokter sudah angkat tangan terpaksa pulang dalam kondisi sakit. 1,6 tahun tubuh ini tidak bergerak sama sekali. Tidak ada yang bisa saya lakukan, galau, stress menghampiri. Sampai berkata kepada istri " Umi lebih baik ayah mati, kasihan dengan umi cape ngurusi ayah," 

Setelah 1.6 tahun secara perlahan tubuh ini mulai bergerak. Singkat cerita tangan sudah bisa menyentuh muka sementara kaki masih terbujur kaku. Suatu hari HP istri berdering, saya pinta ART  untuk mengambilkan, lalu diletakkan di atas dada beralas bantal. Lalu saya sentuh ternyata bisa menggunakan HP. Saya minta diambilkan HP yg tak pernah saya lihat selama 1,6 tahun. Nomornya sudah mati, beli nomor baru. Sejak itu saya lacak Facebook saya, cukup tiga hari baru ketemu password. Dalam hati berkata apa yang bisa saya lakukan dan bermanfaat untuk orang banyak. Menulis itu yang saya bisa. Akhirnya setiap hari saya menulis. Menulis apa? Menulis apa yang saya derita. Saya posting di Facebook. Apa yang terjadi banyak para pembaca yang tertarik, karena setiap artikel selalu saya selipkan kalimat motivasi. Akhirnya jadilah buku ke 2 solo ditulis ketika tubuh dalam kondisi berbaring. Sejak itu saya terus menulis dan menerbitkan hingga mempunyai 10 buku solo ber-ISBN. Buku ke 11 sedang proses ISBN dan buku ke 12 sedang diedit.

  
       

Demikian pengalaman beliau dan karya - karya menulisnya yang luar biasa. 

Pojok Tanya Jawab
  1. Faktor yang membuat bangkit dan menulis; ingin punya buku. Karena saya seorang guru motivator di lingkungan madrasah tempat saya ngajar. Saya melihat hampir seluruh motivator membuat buku, sebagai sesuatu yang bisa dijadikan kebanggaan tersendiri. 
  2. Mengatasi orang yang tidak suka terhadap tulisan kita; Cukup ucapkan terima kasih, karena bagaimanapun dia telah membaca tulisan kita. Lihat saja ke dalam jangan keluar artinya jangan berburuk sangka dahulu.
  3. Kiat menulis saat sakit; Semua berawal dari niat, ketiadaan sulit untuk mewujudkan mimpi. Niat yang kuat terkadang bisa  mewujudkan sesuatu yang mustahil.
  4. Mengatasi krisis pede; Jangan bandingkan diri kita dengan orang lain. Orang lain juga ddahulunya sama dengan kita. Gaya menulis setiap orang berbeda-beda. Sekarang tulis saja apa yang kita bisa dan kuasai. Mulailah dari yang sederhana untuk melatih membuat kalimat. Tentunya terus membaca karya orang lain.
  5. Tema buku - buku yang ditulis Cing Ato; Perjalanan hidup pribadi, Kepribadian hidup, Percintaan ( novel), Budaya Betawi, dll
Setelah pojok tanya jawab, beliau mohon pamit dan pelatihan ditutup oleh moderator keren Ibu Helwiyah. Dengan semangat dan rasa syukur segala nikmat serta mengembangkan produktifitas dalam keterbatasan.


Ling 2022










 



Tuesday, July 5, 2022

TANTANGAN KEDUA PULUH TUJUH

 

DISEMINASI KOMITE PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN 
SMK PUSAT KEUNGGULAN


Pembukaan kegiatan Diseminasi Komite Pembelajaran Pengembangan SMK Pusat Keunggulan dimulai pukul 08.00 tepat. Kegiatan ini dihadiri oleh Bapak Kepala Cabdin Wilayah Blitar Raya, sekaligus membuka kegiatan IHT Implementasi Kurikulum Merdeka Pengembangan SMK PK.

Hampir 160 guru SMK Negeri 1 Kademangan, Bapak Kepala Sekolah dan Ibu Kepala Kearsipan (KTU) hadir di lantai dua Gedung Bussines Centre (BC) SMKN 1 Kademangan. Kegiatan ini akan berlangsung sampai tiga hari ke depan. 

Kegiatan diseminasi dilaksanakan setelah sekolah kami ditunjuk sebagai salah satu SMK Pusat Keunggulan. Dengan ditunjuknya menjadi SMK PK, selanjutnya sekolah harus mengajukan Komite Sekolah PK. Setelah pembentukan Komite SMK Pusat Keunggulan, kemudian anggota komite diundang untuk mengikuti diklat Komite Sekolah (SMK) Pusat Keunggulan selama sepuluh hari yang dilaksanakan oleh BOE Malang. 

Tugas Komite Sekolah Pusat Keunggulan selanjutnya adalah melaksanakan diseminasi. Diseminasi dilaksanakan paling lama setelah dua minggu diklat komite. Dan hari ini kesempatan sekolah kami melaksanakan Diseminasi Komite Pembelajaran IHT Implementasi Kurikulum Merdeka Pengembangan SMK Pusat Keunggulan.


Antusiasme teman - teman saat diseminasi luar biasa. Karena materi yang dibahas adalah materi baru bagi kami. Materi Kurikulum Merdeka yang baru diperkenalkan di diseminasi ini. Mungkin sama dengan pelatihan - pelatihan kurikulum merdeka, materi yang dibahas juga sama, mulai dari pemanfaatan akun belajar.id sampai penyusunan modul ajar.

Hari ini akan menjadi hari pertama diseminasi sekolah kami. Harapannya hingga tiga hari ke depan kegiatan berjalan lancar, sukses dan bermanfaat bagi semua.

Ling 2022


TANTANGAN KEDUA PULUH ENAM


PERKEDEL UBI RAMBAT SI SULUNG


Si sulung gemar memasak. Dia suka mencoba - coba memasak masakan yang baru atau tidak pernah saya masak di rumah. Kegemarannya sudah sejak lama dilakukan. Apalagi di hari - hari libur sekolah, memasak adalah kegiatan paginya.

Seperti halnya hari Minggu ini, sejak pagi Si sulung sudah sibuk menyiapkan bahan - bahan memasak. Dia akan membuat perkedel dari ubi rambat (ketela rambat). Kira - kira pukul 5.30 dia sudah berbelanja ubi dan sayur - sayuran di pasar kaget dekat rumah. Kemudian mencari daun pisang di kebun belakang. Setelah semua bahan terkumpul, dia mencuci semua bahannya dan membersihkan daun pisang hingga selesai semua.

Selanjutnya ubi dikukus di tempat menanak nasi kira - kira 45 menit atau sampai lunak dan berbau harum.


Setelah masak ubi dikupas dan di haluskan dengan cobek


Setelah ubi terlihat lembut lalu ditempatkan di baskom atau mangkuk, dicampur dengan bumbu yang sudah dihaluskan (termasuk gula dan garam), telur serta sayur - sayuran yang sudah diiris.




Kemudian dibungkus dengan daun pisang dan dikukus kembali



Kira - kira satu jam, setelah masak (terlihat dari daun yang masak) bungkusan ubi/perkedel ubi diangkat dan didinginkan. Setelah dingin perkedel tersebut bisa langsung di goreng diselimuti telur atau ditaruh di lemari es untuk digoreng dan dinikmati sewaktu - waktu.




Itulah coba - coba memasak Si Sulung, perkedel ubi rambat yang enak dan lezat. Tetap semangat Mbak, kami tunggu olahan - olahanmu selanjutnya.









Monday, July 4, 2022

MENJADI PENULIS BUKU MAYOR

 
RESUME KEDUA PULUH SATU PELATIHAN BELAJAR MENULIS
GELOMBANG 25


Setiap penulis pasti ingin tulisannya menjadi terkenal. Karya buku - bukunya bertengger di toko - toko buku besar, atau bahkan menjadi best seller di tiap terbitannya. Penulis seperti ini pastilah penulis yang sudah mempunyai jam terbang tinggi dengan segudang karya dan penalamannya. Namun tidak menutup kemungkinan bagi penulis pemula menjadi penulis terkenal dengan buku - buku best sellernya. Untuk menjadi penulis terkenal dan memiliki buku best seller perlu usaha dan kerja keras. Penulis butuh ilmu dari para penulis senior, atau para pakar buku. 

Pertemuan kedua puluh satu ini memberi harapan pada penulis pemula untuk menuju jalan menjadi penulis terkenal. Materi kali ini akan mengupas tuntas bagaimana Menjadi Penulis Buku Mayor. Dengan dipandu oleh Bapak Muliadi sebagai moderator yang pasti keren, serta narasumber yang ahli di bidang tulis menulis, perbukuan dan penerbitan, Bapak Joko Irawan Mumpuni. Siapakah sebenarnya beliau? Ingin tahu lebih jauh tentang beliau? Simak profil Bapak Joko Irawan Mumpuni.


Setelah moderator Bapak Muliadi memeprkenalkan narasumber, selanjutnya pertemuan dibuka dengan ucapan Basmalah. Selanjutnya materi disampaikan oleh Bapak Joko Irawan Mumpuni.

Pengertian Penerbit
  • Penerbit adalah: Industri kreatif yang didalamnya ada kolabarasi insan2 kreatif: Penulis, Editor, Layouter, Ilustrator dan desain grafis.

Ini adalah bagian dari industri kreatif penerbitan cetak, saat ini dan mendatang akan bertambah insan - insan kreatif bidang lain yang akan bergabung seiring dengan perkembangan dunia penerbitan yang kini sudah mengarah pada Publisher 5,0. yang memanfaatkan teknologi IT untuk menerbitkan karya2 kreatif.

Jenis Buku

Ada jenis - jenis buku didunia ini, biasanya klasifikasi jenis buku digambar dengan grafis yang mirip sirip ikan seperti ini:


Kategori Besar Jenis Buku
  1. Buku Teks (buku sekolah-kampus) dan buku Non Teks (buku-buku populer). Buku sekolah disebut buku pelajaran sedangkan kampus disebut buku Perti (perguruan tinggi).
  2. Buku Nonteks  dibagi dua lagi menjadi buku Fiski dan Non Fiksi.
Grafis Kategori Buku

1. Produk Buku di Pasar


2. Buku Teks Perti


Grafis Survei Perbukuan di Indonesia





Dari grafis tersebut, dimanakah posisi kita saat ini? 


Ekosistem Penerbitan


Sebab Literasi Bangsa Kita Rendah
  1. Minat baca; budaya baca, kurangnya bahan bacaan, kualitas bacaan
  2. Minat Tulis; Budaya tulis, tidak tahu prosedur menulis dan penerbitan, anggapan yang salah tentang dunia penulisan dan penerbitan
  3. Apresiasi Hak Cipta; pembajakan, duplikasi non legal, perangkat hukum
Proses Penerbitan


Memilih Penerbit
1. Penerbit yang Baik
  • Memiliki visi dan misi yang jelas
  • Memiliki bussines core lini produk tertentu
  • Pengalaman penerbit
  • Jaringan pemasaran
  • Memiliki percetakan sendiri
  • Keberanian mencetak jumlah eksemplar
  • Kejujuran dalam membayar royalti
2. Penerbit yang Diwaspadai
  • Hanya bertindak sebagai broker naskah
  • Alamat tidak jelas
  • Tidak ada dokumen perjanjian penerbitan yang baik
  • Tidak memiliki jaringan pemasaran dan distribusi sendiri
  • Tidak memiliki percetakan sendiri
  • Prosentase royalti tidak wajar
  • Laporan keuangan tidak jelas
Catatan: 
Ketika penulis tersebut sudah berhasil menerbitkan buku secara profesional dan diterbitkan oleh penerbit yang bereputasi, maka penulis akan didapatkan:

1. Peningkatan Finansial
  • royalti
  • disko pembelian langsung
  • seminar/mengajar
2. Peningkatan Karier
  • adanya kebutuhan peningkatan status jabatan
  • peluang karier di instusi atau perusahaan
3. Kebutuhan Batin
  • buku sebagai karya monumental yang akan dikenang sepanjang masa
4. Reputasi
  • buku sebagai karya yang terpublikasi akan meningkatkan reputasi penulisnya
Kriteria Naskah Diterima di Penerbit Mayor
  • Editorial: bobot + 10%
  • Peluang potensi pasar: bobot + 50% - 100% 
  • Keilmuan: bobot + 30%
  • Reputasi penulis: bobot + 10% - 100%
Naskah Seperti Apa yang Diterbitkan
  • Tema tak populer penulis populer
  • Tema tak populer penulis tak populer
  • Tema populer penulis tak populer
  • Tema populer penulis populer 
Catatan:
  1. Untuk mengetahui tema populer yang diterima dengan menggunakan data dari Google Trend.
  2. Untuk mengetahui reputasi penulis menggunakan Google Scholar
  3. Penerbit akan sangat berhati hati jika ada buku-buku yang bertema memiliki Pasar sempit dan Lifecycle pendek, namun penerbit akan senang dengan tema2 buku yang memiliki LifeCycle panjang dan market lebar.
  4. Gaya pengutipan dan penulisan daftar pustaka (gaya selingkung) harus konsisten setiap terbitan.

Ciri - Ciri Penulis

1. Penulis berfikir idealis
  • menulis tidak begitu memperhatikan kebutuhan pasar
  • tidak begitu suka dengan campur tangan pihak lain
  • imbalan finasial tidk begitu dipentingkan
  • kesempurnaan sebuah karya lebih penting dari pada produktifitas
2. Penulis berfikir industrialis
  • menulis dengan sangat memperhatikan kebutuhan pasar
  • terbuka dan lapang dada terhadap intervensi pihak lain
  • imbalan finansial merupakan tujuan utama
  • terkadang kesempurnaan karya tidak lebih penting dari produktifitas
3. Penulis berfikir idealis - industrialis
  • tetap memperhatikan kebutuhan pasar, namun tetap berani ambil sikap yang berbeda dengan kebanyakan penulis lain
  • meskipun terbuka terhadap masukan orang lain, tetap mempunyai pendirian yang kokoh
  • imbalan finansial memang penting, namun tetap memperhatikan kualitas
  • keseimbangan antara kesempurnaan karya dan produktifitas
Sebab Naskah Ditolak


Lembar Tanya Jawab
  1. Kiat-kiatnya suatu buku agar sukses, diminati dan dibaca banyak  orang setelah terbit; Selain tema yg harus mengikuti trend.. penulis juga harus rajin promosi dengan event yang terus menerus.
  2. Cara memelihara buku yang sudah terbit agar jangan terlupakan; Penulis harus punya  blog, channel, fans page dll
  3. Seorang pemula menerbitkan pada penerbit mayor; Pilih tema yg sedang ngetrend atau nulis bareng dngan penulis yg sudah terkenal.
  4. Tips agar naskah dilirik oleh penerbit dan editor; Harus kenal dekat dng penerbit dng akrab agar ada waktu banyak berdiskusi
  5. Mengatasi monoton ide; ceritakan proyek penulisan kita kepada orang2 yg kita cintai
  6. Jika rekam jejak digital kami tidak ada; Terus berjuang memperkenalkan diri di Sosmed dan bergandengan nulis bareng dengan penulis yg sudah punya nama.
  7. Tema anak berkebutuhan khusus termasuk; psikologi populer
  8. Minimal jumlah halaman; jumlah halaman tergantung dari jenis buku. buku mewarnai untuk anak2 cukup 12 halaman. Tetapi jika buku teks minimal 200 halaman.
  9. Penerbit tidak menerima jasa editing, namun untuk tata bahasa akan  diedit olah editor penerbit yang profesional.
Pesan Narasumber
  • Terus menulis dan menulis terus. Jangan pikirkan akan ditolak penerbit. Suatu saat nanti tulisan kita akan bermanfaan bagi sesama dan kita sendiri. Minimal akan menjadi dokumen pemikiran kita.

Tepat pukul 09.02 malam Bapak Muliadi menutup pertemuan dengan semangatnya untuk peserta sebagai calon peculiar yang baik.

Ling 2022

Sunday, July 3, 2022

TANTANGAN KEDUA PULUH LIMA


 SAYAN DI RUMAH TETANGGA


Sayan dalam Bahasa Indonesia diartikan gotong royong, adalah kebiasaan masyarakat di daerahku untuk membangun rumah atau membangun tempat - tempat untuk kepentingan umum. Memang tidak semua orang di daerahku kalau membangun rumah dengan model sayan. Namun sayan ini masih banyak terjadi saat ini di tempat tinggalku. Sayan ini dilakukan biasanya saat memulai memasang pondasi rumah dan menaikkan atap rumah (ngedekne omah). Saat seperti ini mereka membutuhkan banyak orang untuk membantu.

Sebelum memulai sayan, pemilik rumah akan datang ke rumah para tetangga yang dimintai tolong. Pemilik rumah akan meminta tolong untuk ikut membantu mempersiapkan pembangunan rumahnya. Saat memasang pondasi, mereka akan membantu menyiapkan bahan - bahan bangunannya atau membantu tukang yang membangun rumahnya. Sayan dilakukan setelah terlebih dulu diadakan kenduri di rumah yang akan dibangun. Biasanya dilakukan di pagi hari, waktu enak - enaknya sarapan. Mereka kenduri untuk mengirimkan do'a - do'a untuk keselamatan rumahnya. 

Setelah kenduri, mereka mulai bekerja. Ada sepuluh sampai lima belas orang yang sayan. Mereka akan membantu mulai dari hal - hal kecil, ringan sampai bagian yang berat, menata batu atau mengangkat kayu ke atas. Ada beberapa dari mereka yang tidak melakukan apa - apa, hanya sekedar bergabung. Mungkin sayan dari dulu bermaksud untuk mengumpulkan tetangga saat membangun rumah. Selain membantu, mereka diharapkan ikut mendo'akan dan menjadi saksi kalau ada tetangga baru di tempat tersebut. Sayan yang ditanamkan oleh nenek moyang kami terpelihara sampai saat ini. Meski ada yang sudah mulai berubah, namun masih banyak yang mempertahankannya. Sayan juga membantu si pemilik rumah menghemat biaya dan tenaga. Apabila hanya para tukangnya yang mengerjakan, butuh waktu berhari - hari. Namun dengan sayan, sehari pekerjaan memasang pondasi dan menaikkan atap rumah bisa selesai. 

Jiwa gotong royong saat sayan sangat terlihat. Mereka terlihat senang waktu sayan meski tidak dibayar. Mereka berkumpul, bekerja dan beramah tamah di tempat sayan seperti ini. Itulah yang membuat mereka senang. Mereka masih merasa dibutuhkan dan membutuhkan. Mereka masih butuh bantuan orang lain. Mereka juga masih butuh berbagi. Meski era milenium, banyak orang yang sibuk dengan dirinya sendiri, setidaknya masih ada jiwa gotong royong yang masih tumbuh subur di sekitar kita. Memupuk jiwa gotong royong dengan bekerja sama dan saling bantu.

Ling 2022



TANTANGAN KEDUA PULUH EMPAT


 SI MASAM DI BELAKANG RUMAH


Entah kenapa, ada sbuah pohon di belakang rumah yang tidak boleh dihilangkan dari dulu oleh ibuku. Pohon si masam belimbing wuluh. Si masam ini ditanam ibuku sudah lebih dari sepuluh tahun. Pohonnya besar terlihat sudah tua dan tidak bisa tumbuh tinggi lagi. Buahnyapun tak pernah berhenti, baik di musim hujan atau kemarau. Buahnya yang hijau ranum selalu terlihat segar di pagi hari. Yang paling menarik dari si masam ini, buahnya hanya bergerombol di batang bawah. Kalaupun ada buahnya lagi, hanya satu atau dua buah.

Si masam menjadi idola bagi ibu - ibu rumah tangga di sekitarku, juga teman - temanku. Mereka sering mencarinya di belakang rumah. Tidak hanya buahnya yang dimanfaatkan, tapi juga daun, bunga dan akarnya. Mereka bilang semua yang ada di pohon bisa digunakan untuk memasak, untuk obat batuk dan obat penurun kolesterol dan darah tinggi. Namun yang aku tahu, bunga untuk obat batuk dan buahnya untuk bahan tambahan memasak ikan.

Bunga belimbing wuluh manjur untuk obat batuk herbal anak - anak. Memang hal ini tidak asing lagi bagi ibu - ibu. Termasuk saya yang tahu obat ini dari ibuku dan ibu - ibu tetanggaku. Mereka akan mencari bunga belimbing wuluh ketika anak - anaknya sakit batuk. Obat batuk ini dibuat dari bunga si masam dicampur dengan bahan - bahan lainnya. Dalam waktu 3 sampai 5 hari batuk akan mereda.

Saya juga sering membuatkan obat batuk anak - anak dari bunga belimbing wuluh. Bunga belimbing wuluh kucampur dengan bunga cengkeh kemudian direbus sekitar lima belas menit. Selanjutnya didinginkan sampai hangat - hangat kuku, kemudian di tambah dengan satu sendok madu sebelum diminumkan pada anak - anak. Namanya obat herbal, tentu tidak secepat obat kimia. Butuh waktu beberapa hari untuk reda. Setidaknya obat ini sudah membantu melegakan hidung tersumbat dan meringankan radang tenggorokan.

Si masam untuk bahan tambahan memasak ikan. Menu masakan ikan kesukaan keluargaku dari ibuku adalah liwet ikan sungai. Apapun jenis ikan sungai atau ikan air tawar sangat lezat bila dimasak liwet. Selain masakannya tidak mengandung minyak goreng, rasa ikannya juga sangat mantap. Liwet ikan ini makin mantap kalau diberi belimbing wuluh. Belimbing wuluh ini akan menghilangkan bau amis ikan dan membuat ikan tidak mudah hancur. Selain untuk memasak liwet, belimbing wuluh ini juga sering saya campur dengan pepes ikan, garang asem juga sayur asem. Rasa masam belimbing wuluh ini memang mantap untuk menambah rasa dalam makanan. Di samping itu, belimbing wuluh bisa untuk mencuci peralatan makan yang berbau amis karena masakan ikan. Lengkap sudah, si masam setelah dibuat tambahan bahan masak, sekaligus bisa untuk mencuci peralatan makan bekas ikan. Si masam tidak semasam namanya, manfaatnya membuat para ibu lega dengan hasilnya. 

Ling 2022